Saat Hari Raya dan sebulan setelahnya biasanya agendamu akan penuh dengan halal bihalal dan silaturahmi kan, Cantik? Nah, apa saja ya tata cara saat silaturahmi yang sebaiknya kamu lakukan atau kamu hindari?

DOS

Intinya, lakukan apa yang kamu ingin orang lain juga lakukan ketika mereka berkunjung bersilaturahmi ke rumahmu.

  • Berpakain Sopan

Hindari celana jeans, apalagi yang robek-robek. Bisa kan sekali saja dalam setahun meninggalkan celana kesayanganmu? Jika kamu lebih senang mengenakan celana, pilih celana bahan ya. Hasna gak suruh kamu harus pakai kaftan, tapi setidaknya rapi. Gunakan atasan berlengan panjang. Jika rok, harus di bawah dengkul, atau sebaiknya ¾ panjangnya atau sekalian semata kaki.

  • Membawa Hantaran

Hantaran di sini adalah sesuatu. Tentu orang yang kamu kunjungi akan senang jika kamu membawa kue, buah-buahan, atau sesuatu. Gak harus mahal, cuma tanda sayang dan perhatian. Jika kamu sudah bekerja, walau kamu belum menikah, tidak ada salahnya kamu memberi amplop ‘uang jajan’ untuk anak-anak yang masih kecil. Mereka senang, kamu pun ikut senang.

  • Topik Obrolan Yang Netral

Pilih obrolan yang menyenangkan, misalnya becanda yang garing gak pa-pa, daripada menyinggung perasaan orang lain. Jangan lupa puji hal-hal yang positif yang terjadi pada orang tersebut, misalnya ia terlihat cantik dengan rambut potongan barunya, atau bajunya yang bagus, makanan yang enak. Tanyakan resep masakan yang dihidangkan. Intinya, pilih topik yang netral dan menyenangkan.

  • Makan Secukupnya

Jangan mentang-mentang hidangan yang tersaji enak, kamu aji mumpung. Tambah berulang kali dan bawa pulang. Ingat, kamu masih harus berkunjung ke tempat lain. Selain itu, perutmu nanti bermasalah. Lebih parah lagi, kamu nanti bisa dicap rakus lho. Makan secukupnya saja. Kecuali sudah disediakan makanan untuk dibawa pulang, jangan minta untuk bungkus ya.

  • Ikut Bantu-Bantu

Bisa jadi asisten rumah tangga orang yang kamu kunjungi sedang mudik. Tahu sendiri dong gimana repotnya? Setelah makan, tawarkan untuk cuci piringmu sendiri. Jika kamu sudah sangat akrab, kamu bisa langsung ikut membereskan meja dan mencuci piring. Mereka pasti senang sekali dengan kesadaranmu dan Hasna jamin, mereka akan mengundangmu terus, hihihi.

  • Tidak Terlalu Lama

Jangan sampai orang yang kamu kunjungi tidak punya waktu untuk keluarganya atau tidak sempat istirahat. Berapa lama waktu kunjungan yang normal? Kalau kamu tidak terlalu akrab, setengah jam sudah cukup. Kalau ditawari makan, kurang lebih satu jam. Berada di satu tempat lebih dari tiga jam adalah waktu yang terlalu lama jika kamu bukan keluarga atau tidak terlalu akrab. Beri kesempatan tuan rumah menerima tamu lain dan mengobrol dengan tamu yang lain.

DON’TS

Apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan, kamu jangan lakukan ya.

Berikut Hasna ingatkan.

  • Datang di Jam Yang Tak Lazim

Jangan datang terlalu pagi atau terlalu malam ya, Cantik. Tuan dan nyonya rumah mungkin belum siap, apalagi jika asisten rumah tangga mudik. Kapan waktu yang pas? Sebaiknya sih sebelum makan siang atau sore hari, kecuali kamu diundang makan siang atau makan malam atau keluarga dekat. Tujuannya supaya mereka gak repot kasih kamu makan siang atau makan malam.

  • Tanya Hal Pribadi

Please, please, jangan tanya: “Kapan Nikah?”, atau “Kok pacarmu gak ikut?”, atau “Sudah dapat kerja?”, “ Kapan punya anak?”

Hindari perasaan ingin tahu kamu yang tinggi alias kepo. Kamu juga kesal kan kalau kamu ditanyain hal-hal yang kamu sendiri gak tahu, belum tahu, atau bagian dari takdir. Hindari juga topik-topik SARA (suku, ras, agama) dan juga politik. Jaga suasana yang menyenangkan ya.

  • Foto-Foto Selfie dalam Rumah

Tidak sopan foto-foto selfie di dalam rumah orang lain, kecuali si empunya rumah yang mengajak. Kenapa? Alasan utama adalah privasi dan keamanan. Mempertunjukkan interior rumah dan memasangnya di sosial media bisa membuat orang berkomen macam-macam dan kamu juga tidak bisa tahu jika da yang nyinyir atau bahkan akan berbuat jahat. Selain itu, kamu juga tidak sopan dengan membeberkan isi rumah atau interior rumah seseorang tanpa izinnya.

  • Aji Mumpung

Mentang-mentang datang ke rumah yang menyediakan makanan sejibun, kamu jadi rakus dan makan banyak. Tak cukup, kamu diam-diam memasukkan kue dan berbagai kudapan ke tasmu. Ih, norak ah! Jangan aji mumpung ya. Kecuali kamu diberi oleh si empunya rumah, jangan mempergunakan suasana. Gak usah pengen ini pengen itu.

Hasna yakin kamu tetap ingat untuk #BaikdanCantik. Selamat silaturahmi!

FB / Foto: freepik