Akhirnya libur lebaran yang sangat panjang itu sudah berakhir. Saatnya menghadapi kenyataan! Ingat lho, yang karyawan sudah harus kembali bekerja, dan untuk para pebisnis kembali menjalani usaha dan mempersiapkan modal baru. Coba cek saldo rekening kamu, makin ‘bengkak’ atau malah makin ‘bokek’ setelah Hari Raya Idul Fitri. Kalo makin bokek, tandanya kamu wajib mengencangkan ‘ikat pinggang’ untuk bertahan sampai akhir bulan. Sini Hasna kasih tipsnya biar kamu bisa hidup hemat dan pantang bokek setelah Lebaran. Check it out!

Diam di Rumah

Saat tidak punya uang, kamu cukup ‘hidup’ seadanya. Nggak usah banyak keinginan macam-macam. Cukup sediakan ongkos untuk pulang pergi ke kantor (kalau kamu pekerja kantoran) dan jangan sekali-sekali berpikir mampir ke mall dekat kantor. Berdiam diri di rumah saat weekend sambil menyelesaikan pekerjaan rumah akan lebih baik. 

Cari Hiburan di Taman

Kalo bosan diam di rumah cukup datangi taman di komplek atau yang terdekat dari rumah. Gratis! Cukup berbekal air mineral dan buku favorit kamu. Kamu bisa duduk membaca sambil menikmati udara segar di taman.

Gunakan Transportasi publik

Ayo coba cek, ada transportasi publik apa di sekitar rumah dan kantormu? Berapa biayanya? Untuk yang terbiasa naik mobil atau taksi online ke mana-mana, tahu diri aja saat bokek sudah waktunya kamu lebih ‘membumi’ untuk menggunakan angkot, bus Transjakarta, MRT atau minimal naik ojek. Siap dong?

Singkirkan Kartu Kredit dan Debit

Nah, di masa bokek paska lebaran, waktunya kamu belajar menggunakan uang yang ada di depan mata alias uang cash seadanya. Stop semua kartu kredit atau dompet digital berjenis apapun yang kamu punya. Pastikan kamu hanya bawa uang cash sejumlah yang kamu butuhkan hari ini saja!

Stop Makan Di Luar

Iya, semua orang juga tahu masak di rumah lebih murah daripada jajan di luar. Coba deh, kamu hitung pengeluaranmu sekali makan di luar atau di resto. Bisa jadi harga satu kali makan di resto sama dengan menu makanmu lima hari di rumah!

Buat Anggaran Belanja

Sudah fix mau masak di rumah? Artinya kamu harus berkomitmen dengan anggaran belanja untuk membeli bahan makanan. Coba lihat ilustrasi Hasna berikut. Misalnya kamu berencana masak di rumah untuk lima hari ke depan. Buat anggarannya dulu, contoh, Rp50.000 per hari. Setelah itu, buat daftar bahan makanan sesuai menu dan anggaran belanjamu. Barulah pergi ke pasar atau supermarket untuk berbelanja. Dan yang penting diingat, jangan belanja saat perut lapar. Bisa-bisa anggaran belanjamu ‘membengkak’ seketika. Percaya deh apa kata Hasna.

Jual Barang-barang Preloved

Apakah kamu termasuk dalam kategori urban poor? Yakni orang-orang yang tinggal di rumah bagus, makan 3x sehari, tetapi sebetulnya cemas karena punya ketahanan dana cash yang sangat terbatas. Coba lihat gaya hidupmu, mungkin karena kebiasaan belanja yang nggak terkendali, ternyata uangmu sudah terkonversi menjadi barang. Dan baru sekarang menyesal, karena banyak barang yang nggak penting dan tak terpakai lagi. Nasi sudah menjadi bubur, lebih baik dicari solusinya biar barang-barangmu bisa jadi uang lagi. Caranya, jual barang-barang preloved setengah harga di online atau manfaatkan akun sosial mediamu. Utamakan jual yang memiliki nilai jual tinggi, misalnya tas branded. Nggak perlu malu apalagi gengsi. Toh, kamu memang lagi butuh uang untuk menyambung hidup ke depan. Yang penting sudah usaha dan halal pula.

Nah, nggak perlu khawatir lagi jadi ‘misqueen’ setelah lebaran kan. Contek aja tips Hasna di atas. Pasti bermanfaat deh.

 

IR / Foto: pixabay