Nobody’s perfect? That’s true. Namun ada kalanya dalam karier kamu akan menjumpai orang-orang dengan berbagai macam karakter. Ada yang pasif, pro-aktif, perfeksionis, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana kalau atasanmu yang punya sifat perfeksionis? Pasti ada nilai plus dan minus yang bisa kamu dapatkan. Tapi kalau kamu sudah kerepotan menghadapinya, coba sikapi dengan 5 hal berikut.

  1. Kuatkan Komunikasi dan Interaksi

Kunci utama menghadapi atasan perfeksionis adalah memperkuat dan melancarkan alur komunikasi dan interaksi dengannya. Intinya, semua harus dikomunikasikan, jangan sampai ada yang missed. Ketika menerima pembagian tugas, ambil waktu untuk berdiskusi dan membicarakan ekspektasi masing-masing. Jika atasan ingin kamu melakukan sesuatu dengan cara tertentu, mintalah penjelasan langkah-langkahnya hingga kamu benar-benar paham dengan apa yang ia maksudkan.

  1. Laporkan Semua Hal

Koordinasi dan komunikasi adalah hal terpenting bagi bos perfeksionis. Persiapkan segala laporan dan progress pekerjaan ketika meeting internal berlangsung. Jangan pernah masuk ruang rapat tanpa ‘amunisi’. Catat ide, masukkan dan prediksi project yang hendak kamu buat dan sampaikan. Jangan lupa bawa data pelengkap serta riset untuk mendukung pernyataan kamu.  

  1. 3. Perhatikan Detail

Selain deadline yang tepat waktu, kamu juga perlu memerhatikan sejumlah detail saat punya bos perfeksionis, seperti menghindari typo, data yang tidak akurat, serta keterangan yang kurang lengkap. Meski awalnya terasa berat, memperhatikan setiap detail ini sebenarnya akan menguntungkan diri kamu kelak, kalau sudah biasa melakukannya.

  1. Siapkan Solusi

Atasan atau bos dengan kepribadian perfeksionis ingin segala sesuatu berlangsung sesuai dengan harapan dan kemauannya. Jika di ‘tengah jalan’ ada yang berubah, pastikan kamu memberi info dan solusi pada si bos. Pastikan dia tahu persis setiap detail yang terjadi dalam pekerjaanmu.

  1. Ingatkan Si Bos!

Berada dalam satu tim bersama atasan yang perfeksionis berarti kamu sudah siap dengan segala penjelasan tentang bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan secara sempurna. Meski ia bisa segalanya, seringkali para perfeksionis berkutat di satu tempat terlalu lama, sementara deadline sudah menjelang. Jika ini yang terjadi, kamu yang harus mengingatkan dan mengambil langkah tegas agar deadline tetap terpenuhi.

Lihatlah sifat perfeksionis sebagai suatu kelebihan dan bukan kekurangan. Biar gimana, hormati dia, pasti ada alasan kenapa dia jadi bos. Karena nantinya, sifat ini bisa membawa manfaat untuk dirimu sendiri.

 

IR / Foto: unsplash @brookelark