Nama lengkapnya Ario Astungkoro Hendraatmaja, biasa dikenal dengan Ario Astungkoro. Kalau kamu pendengar radio sejati, khususnya Hard Rock FM Jakarta, pasti udah familiar banget dengan gaya siaran Ario yang mengalir, humoris dan ‘kental’berbahasa Inggris. Hasna pengen sedikit mengulik kepribadian Si Tampan yang murah senyum dan smart ini. Jangan-jangan kriterianya kamu banget nih, Cantik. Simak yuk obrolan Hasna dengan Ario, si penyiar tampan yang lucu dan menyenangkan.

Hasna: Hai Ario, apa kabar? Selain siaran, sibuk beraktivitas apalagi sekarang?

Ario: Hai! Alhamdulillah baik, it’s actually never been better. Karena lagi menikmati kerjaan yang ‘lumayan’ agak beda dari biasanya. Sekarang lagi sibuk ngurusin film “Martabak Bangka” yang Insya Allah tayang tahun ini. Syutingnya udah selesai bulan Januari kemarin, tapi post production-nya masih dikerjain. Ditambah kemarin juga baru aja premiere film “Petak Umpet Minako” yang sebenernya udah tayang di Indonesia tahun lalu, tapi baru tayang di Malaysia sampai sekarang. Pas banget bertepatan sama syuting program di sana. Jadi udah beberapa bulan terakhir harus bolak balik ke Malaysia terus.

Hasna: Sejak kapan jadi announcer di Hardrock FM? Bisa diceritain gimana awalnya kamu bisa jadi penyiar?

Ario: Kurang lebih udah lima tahun. Awalnya sih dari zaman SMA, jadi waktu itu ada talent scouting gitu dari salah satu radio swasta di Bandung. Karena dulu sempet jadi wakil ketua OSIS, jadi saya sering ‘dikorbankan’ untuk maju pertama dalam segala hal. Nggak disangka, ternyata saya yang lolos audisi. Setelah kuliah, saya ditawarin lagi untuk jadi penyiar radio. Sampai akhirnya saya ambil dan ternyata jadi berkah buat saya. Tawaran makin banyak, termasuk pindah ke radio nomor 1 di Bandung, sampai akhirnya masuk finalis VJ MTV tahun 2011. Setelah itu, baru ditawarin untuk pindah ke Hard Rock FM Jakarta sampai hari ini.

Hasna: Sekarang mulai nge-host off air dan on air di televisi, apakah kamu berminat masuk ke dunia entertainment ke depannya?

Ario: This is a very interesting question since lots of people asking me this. Agak bingung juga jawabnya, hahaha. Tapi sebenernya saya nggak pernah mengotak-kotakan industri dalam pekerjaan yang saya jalani, apalagi dunia broadcasting dan entertainment punya batasan yang tipis. Saya merasa beruntung, karena saya punya ‘wadah’ untuk dikenal orang lain melalui radio. Jadi semua tawaran yang berhubungan dengan dunia entertainment mengalir secara organik dari orang-orang yang mungkin mendengarkan saya atau menemukan saya di sosial media. Ditambah saya orang yang suka menerima tantangan. Jadi kalau ada hal baru, pasti saya tertarik untuk mencoba.

Hasna: Siapa presenter role model dan favorit kamu? Sebut nama dan alasannya?

Ario: Oh i do a huge fan of Ryan Seacrest. Salah satu mimpi saya ada di E! News untuk bisa bawain acara itu, hahaha.. Saya selalu suka dengan orang yang punya artikulasi bagus. Karena saya sadar, saya termasuk orang dengan ‘lazy tongue’ karena saya berpikir lebih cepat daripada saya berbicara. Selain itu, dia juga orang yang bisa mengatur kata-kata yang diucapkan dengan efektif. Mungkin kalau di Indonesia, saya suka sekali dengan cara Choky Sitohang membawakan dirinya di setiap acara :).

Hasna: Pernah punya kejadian yang memalukan atau mengenaskan gak pas lagi siaran atau lagi nge-host? Share dong utk Hasna hehehe..

Ario: Well, banyak! Hahaha… Tapi hampir semua kejadian memalukan kalah sama pengalaman menyenangkan. Okay, yang paling mengenaskan saya pernah alergi sampai semua muka dan badan saya merah, gara-gara harus makan kalajengking dan ulat pas lagi syuting. Setelah itu saya harus masuk rumah sakit selama beberapa hari.

Hasna: Kamu termasuk orang yang aware dengan penampilan gak? Bagaimana tips kamu merawat diri?

Ario: Lumayan jaga penampilan. Karena pekerjaan saya mengharuskan saya menggunakan outfit yang berbeda-beda. Kadang bisa santai pakai kaos dan jeans, kadang harus rapi dengan stelan jas. Prinsip saya, ‘bukan cari baju yang cukup, tapi badan yang menyesuaikan’. Jadi saya menyiasatinya dengan berolah raga minimal seminggu sekali dan minum teh hijau. Karena selain bagus untuk detoks, teh hijau juga punya andil besar untuk perawatan kulit saya. Kebetulan saya punya kulit yang sensitif. Dari masih sekolah saya bermasalah sekali dengan jerawat. Itu juga karena turunan dari keluarga. Untuk perawatan wajah, sampai sekarang saya masih jadi ‘donatur’ tetap dengan rajin ke dokter kulit. Hahaha

Hasna: Perawatan diri yang biasa kamu lakukan di rumah?

Ario: Olahraga dan cuci muka. Se-simple itu. Hahaha

Hasna: Fashion ala Ario itu seperti apa? Tolong dideskripsikan?

Ario: What you see is what you wear! Hahaha.. Saya rasa hampir semua pria melakukan hal yang sama. Apa yang dilihat di lemari paling depan, itu yang dipakai. Kecuali untuk pekerjaan, saya sangat detail untuk setiap apa yang saya pakai.

Hasna: Fashion dos and dont’s versi kamu?

Ario:  The Dos: White, black or grey t-shirt and jeans won’t go wrong. Pakai apapun yang penting nyaman. That’s it! The Don’ts: Pakai ‘underwear’ di luar. You better save the world first before you wear it. Remember, you’re not a Superman nor Batman, hahaha…

Hasna: Perempuan yang #BaikdanCantik menurut kamu?

Ario: Perempuan yang bisa menempatkan diri dalam segala situasi. Kadang pembawaan diri yang baik akan jauh lebih menarik dari apapun, termasuk penampilan.

Hasna: Perempuan yang #BaikdanCantik idaman kamu? Sebut satu nama perempuan, bisa pacar atau siapa saja?

Ario: My Mom. Karena dari beliau saya tahu bagaimana harus memperlakukan seorang perempuan. Dan saya berterima kasih untuk itu.

Hasna: Definisi sukses menurut kamu?

Ario: Bisa membuat diri kita nyaman dan bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang.

 

Hasna: Pasti pernah mengalami titik terendah dalam hidup, bisa diceritain gak untuk Hasna?

Ario: Saya rasa kehilangan kakek saya adalah masa-masa paling berat dalam hidup. Saya tumbuh dalam keluarga yang workaholic. Ayah dan Ibu saya seringkali berada di luar kota untuk bekerja. Sebagai anak kedua dari dua bersaudara dengan perbedaan umur empat tahun, saya merasa tidak bisa menyesuaikan diri dengan kakak saya, bukan berarti tidak dekat, tapi kita punya gap yang cukup besar. Jadi saya sering pergi ke rumah kakek saya dan menghabiskan waktu di sana. Beliau orang yang keras, tapi selalu mengajarkan prinsip hidup dengan tindakannya. Itu yang membuat saya merasa kehilangan. Karena setelah kepergian beliau, saya tidak lagi memiliki orang yang bisa menjadi panutan.

Hasna: Tips paling ampuh menghilangkan jenuh dan bad mood ala Ario?

Ario: Ngemil cokelat. Hahaha… Dulu saya punya kebiasaan makan cokelat sebelum tidur karena cokelat punya efek menenangkan untuk saya. Kalau jenuh, saya biasanya denger musik favorit. Saya bukan penganut traveling untuk menghilangkan jenuh, karena kadang setelah traveling bisa bikin mood berantakan dengan tagihan yang harus dibayar, hahaha

Hasna: Rencana dan goals kamu di tahun 2019?

Ario: Getting my Master’s degree!

Cool kan? Intip IG-nya buruan, di @arioastungkoro

IR / Foto: Instagram @arioastungkoro