Hasna paling senang liat para milenial kayak kita-kita gini yang kreatif banget dan berani jadi wirausaha.

Citi Bank Indonesia dan UNESCO (The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) bersama memajukan kaum muda Indonesia dengan menggelar pelatihan dan pendampingan kepada 117 wirausaha muda dari 5 Kabupaten Danau Toba (Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, dan Tapanuli Utara) melalu program Creative Youth at Indonesia Heritage Sites, di Samosir Cottages Hotel, akhir February 2019 lalu.

Citi Bank dengan program Citi Peka (Peduli dan Berkarya), mendanai sekitar 400 wirausaha di situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata di Indonesia, misalnya Danau Toba ini, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kota Tua Jakarta.

“Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan anak-anak muda yang tinggal di situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata prioritas Indonesia, sehingga mereka bisa berkontribusi pada kemajuan ekonomi setempat,” ujar Elvara Makki, Direktur and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia. Para peserta boot camp dan penerima manfaat mendapatkan online-mentoring pengembangan rencana strategis usaha selama tiga bulan ke depannya.

Bupati Samosir yang hadir saat itu, Bapak Rapidin Simbolon memuji dan mengapresiasi kegiatan ini. Beliau berkata, “Anak-anak muda di kawasan Danau Toba ini mempunyai potensi yang sangat luar biasa dan mereka perlu mendapatkan bimbingan untuk memajukan usaha, sekaligus melestarikan budaya. Kami berharap kegiatan ini bisa memperluas kesempatan untuk bertemu dengan para praktisi dan ahli dalam bidang masing-masing.”

Sementara itu Moe Chiba, Head of Culture Unit UNESCO Jakarta, berkomentar mengenai daerah Danau Toba yang indah namun harus ada yang perlu diperhatikan agar daerah ini bisa menjadi UNESCO Global Geopark (UGG), “Sinergi konservasi lingkungan, penghidupan bukan hanya untuk mendapatkan titel. Itu lebih sulit daripada mendapatkan titel. Perlunya keterlibatan pemerintah dan masyarakat yang peduli. Karena selain pembangunan fisik, pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM). UNESCO masih kurang puas dengan kualitas SDM-nya. Bila kami tidak investasi di SDM, tidak akan ada pembangunan.”

Waduh, semoga ya pengumuman UNESCO di April 2019 ini mengenai UGG membawa kabar baik ya. Yuk, kita doakan dan dukung! Tapi Hasna sih positif dan yakin banget SDM Indonesia bisa terus maju.
Hasna malah sempat mampir ke Rumah Bolon (rumah tradisional Batak) milik keluarga Ferianti Sinabutar. perempuan cantik berusia 22 tahun ini adalah seorang penenun ulos. Sekilas Ferianti seperti milenial pada umumnya yang doyan dandan, kuku jari kakinya aja berkutek warna-warni. Eits tapi! Ferianti ternyata seorang penenun kain ulos. Ia berani mendobrak pakem kain ulos tradisional dengan membuat motif baru dan menggunakan benang-benang berwarna cerah sehingga terkesan modern dan sangat ‘zaman now’.

Ujar Ferianti pada Hasna, “Saya ingin generasi milenial seperti saya bangga bergaya dengan ulos!”

Keren banget kan, Cantik?

FB/ Foto: FB dan Courtesy Culture Unit, UNESCO