Dear Pakde, aku punya problem nih berhubungan sama keluarga besarku. Jadi ada salah satu tante yang suka komentarin tentang aku, dan bahkan nyuruh macem-macem. Terakhir nih aku disuruh daftar kerja jadi PNS, padahal ya aku sendiri nggak ada minat ke situ. Suamiku pun dikomentarin tentang gajinya yang tidak mencukupi keluarga. Aku berusaha nggak menanggapi tapi rasanya kan sakit hati banget ya Pakde. Gimana caranya menghadapi tanteku ini ya Pakde?
Indah, 28 tahun, ibu rumah tangga.

Halo Indah, ada buku yang bagus untuk dibaca, terkait dengan masalahmu ini, judulnya “The Law of a Garbage Truck.” Truk sampah itu kan mengumpulkan sampah dan di satu titik dibuang sampahnya.

Orang-orang di sekitar kita seringkali melempar sampah ke kita, dan kontrol sepenuhnya ada di kita untuk mengambil sampah itu atau tidak. Di buku itu bahkan ada istilah “pass it by,” di mana kita sudah sampai pada level tidak terpengaruh sama sekali. Kalau kita sempat terpengaruh dan coba mengikhlaskannya, itu yang disebut dengan “let it go.

Tapi di sisi lain, kita juga bisa secara sadar atau tidak sadar buang sampah juga ke orang lain. Parahnya, kalau ada orang yang buang sampah ke kita, kemudian kita balas juga dengan balik melempar sampah ke dia.

Strateginya sederhana, fokus pada apa yang penting dalam hidupmu. Wes, ndak usah banyak mikir yang ndak perlu. 

 

Pakde, langsung mau curhat ya. Saya punya masalah nih di pekerjaan. Saya merasa nggak bisa berkembang di pekerjaan yang sekarang dan rasanya ingin resign terus. Tapi masalahnya saya punya tanggungan menghidupi keluarga, jadi nggak mungkin langsung resign. Ada cara-cara nggak supaya saya bisa lebih semangat dan ikhlas menjalani pekerjaan ini? Sembari saya cari pekerjaan lainnya.
Raymond, 31 tahun, pegawai swasta. 

Raymond, pakde paham. Menjalani banyak hal di hidup ini memang ada yang kita inginkan dan ada yang harus kita lakukan. Fokus pada tujuan akan membuat kita lebih kuat, dengan membayangkan hal-hal apa yang ingin diwujudkan olehmu untuk keluargamu lewat kerja kerasmu.

Tapi jangan lupa untuk memberi ruang bahagia untukmu juga. Setiap orang punya hal sederhana untuk bisa me-recharge baterenya lagi. Kalau saya fotografi dan bermain dengan anjing kesayangan. Apa yang bisa membuatmu baterenya terisi kembali untuk siap tempur di keesokan harinya?

Semangat yo. Jadi lelaki tangguh itu keren, karena semakin banyak yang ndak keren dan ndak tahan banting. Raymond bisa.

 

Haiii. Salam sejahtera untuk Pakde. Perkenalkan aku Diandra dari Jakarta. Pakde, aku lagi bermasalah sama diri sendiri nih, lagi negatif terus pikirannya. Memandang negatif ke semua hal, ke orang lain dan diri sendiri juga. Terus aku suka sirik dengan orang lain, apalagi kalau lagi lihat kehidupan orang lain di Instagram tuh. Menurut Pakde, apa yang harus aku lakukan ya untuk memperbaiki pikiran-pikiranku sendiri ini? Atau aku emang harus langsung konsultasi ke psikiater?
Diandra, 26 tahun, sekretaris.

Halo Diandra, di story-nya instagram itu ada fungsi swipe ke kiri untuk pindah halaman. Jadi kalau apa yang kita lihat tidak ada gunanya, atau bahkan bikin hidup lebih rungsep, ya swipe kiri saja.

Di kehidupan juga begitu. Ndak usah kebanyakan lihat hidup orang lain, lha wong hidup sendiri juga masih banyak yang bisa dibuat lebih seru lagi. Kalau kebanyakan lihat hidup orang, nanti Pakde suruh pakai “kacamata kuda” lho. Ndak usah main sosial media dulu kalau belum sehat. Jangan cari perkara. Yang salah bukan postingannya orang, tapi kitanya yang kemrungsung. Penyakit jangan dicari sendiri, ndak usah ke psikiater.

 

KAMU GALAU, ADA PERMASALAHAN HIDUP ATAU PENGEN CURHAT?
EMAIL: [email protected]