Kemeriahan acara Imlek di keluargamu gimana Cantik? Pasti berkesan dan penuh makna ya. Wah, Hasna jadi penasaran dan pengen berkunjung, deh. Tapi, Hasna harus cari tahu dulu nih tradisi apa yang harus dipatuhi untuk berkunjung ke acara Imlek biar nggak salah bersikap. Juga untuk kamu, Si Cantik yang mau silaturahmi ke temanmu yang merayakan Imlek beberapa waktu ke depan. Yuk disimak bareng-bareng tradisi dan tata caranya.

Lepas Sepatu

Jika kamu mau berkunjung ke rumah teman atau saudara ketika Imlek, salah satu etikanya adalah melepas sepatu sebelum masuk ke dalam rumah. Untungnya, hal ini sudah lumrah terjadi di masyarakat Indonesia ya. Jadi, kamu pasti sudah terbiasa juga melakukannya. Karena saat Imlek, ada pantangan untuk menyapu, dikhawatirkan akan sepatu membawa kotoran dan debu, jadi sebaiknya dilepas.

Kasih Hadiah atau Angpao

Berkunjung ke rumah teman atau saudara yang merayakan Imlek, jika kamu sudah menikah, berarti kamu harus siap memberi Angpao ya, Cantik. Angpao pada tahun baru Imlek mempunyai istilah khusus yaitu “Ya Sui”, yang artinya hadiah yang diberikan untuk anak-anak berkaitan dengan pertambahan usia atau pergantian tahun. Di zaman dulu, hadiah atau Angpao yang diberikan biasanya berupa manisan, bonbon, dan makanan. Seiring perkembangan zaman, orangtua merasa lebih mudah memberikan uang atau memberikan hadiah yang disukai.

Bagi yang Jomblo, Dilarang Kasih Angpao

Untuk kamu yang masih single (seperti Hasna, hihihi), wah wah, bisa jadi kamu justru beruntung dapat angpao nih. Mengapa orang yang jomblo atau belum menikah tidak boleh memberi angpao, malah mendapat angpao? Sebab, orang yang telah menikah dalam budaya Tionghoa dianggap sudah mapan dan secara ekonomi lebih baik dari yang belum menikah. Secara psikologis mereka yang sudah menikah rata-rata lebih baik dibanding mereka yang belum menikah. Nah, kalau kamu belum menikah dan datang ke rumah saudaramu, siap-siap banyak yang akan kasih kamu angpao, lho. Seneng dong!

Tidak Boleh Menangis

Kalau hatimu lagi sedih dan berduka, apalagi berniat curhat setelah putus cinta, sebaiknya tahan dulu untuk berkunjung ke rumah orang yang sedang merayakan Imlek. Bukannya apa-apa Cantik, takutnya nanti kamu malah kebawa emosi dan menangis, dan tidak membawa suka cita bagi keluarga yang kamu kunjungi. Menangis di saat Imlek diyakini akan berdampak negatif, menimbulkan kesialan dan membuat kamu yang menangis bakal terus-menerus bersedih sampai satu tahun ke depan. Tetapi, pantangan ini tidak berlaku bagi anak kecil yang menangis pada hari Imlek, lho.

Jangan Mengeluarkan Kata Kasar

Duh ini nggak banget deh! Kalau kamu kebiasaan suka bercanda dengan kalimat yang buruk, kasar atau kotor, lebih baik tahan bibirmu untuk lebih santun berkata-kata saat datang ke acara Imlek. Sekali saja kamu keceplosan mengucapkannya, kamu akan dianggap buruk dan sial sampai tahun depan. Hindari juga menyebut kata “empat” atau “si” karena mengandung sesuatu yang negatif, yaitu kematian. Satu tabu lagi yang perlu dijauhi adalah menceritakan kisah kematian dan cerita hantu.

Hindari Baju Warna Hitam dan Putih

Pakaian warna hitam dan putih diidentikan oleh masyarakat Tionghoa sebagai tanda berkabung dan kedukaan. Jadi jangan salah kostum ya, Cantik. Kamu bisa pilih baju dengan warna cerah atau merah yang melambangkan keberuntungan, kegembiraan, dan keceriaan yang akan membawa nasib baik di Tahun Baru Imlek.

Yuk, Tukeran Jeruk

Masyarakat Tionghoa di kawasan Tiongkok Selatan dan Asia Tenggara mempunyai tradisi membawa dua sampai empat jeruk Mandarin ketika mereka mengunjungi kerabat dan relasi di hari Imlek. Dalam dialek Cantonese, jeruk Mandarin terdengar seperti emas, sehingga memberikan jeruk Mandarin dianggap membawa keberuntungan bagi tuan rumah. Sebagai timbal balik, tuan rumah juga wajib memberikan jeruk kepada tamunya. Dengan saling memberi dan menukar jeruk, setiap orang akan mendapat ucapan dan pemberian keberuntungan dari orang lain. Tapi tradisi ini tidak berlaku di beberapa adat lain, karena ada juga yang tidak mempercayai tradisi tukar-menukar ini. Jadi hanya tamu yang berkunjung membawakan jeruk untuk tuan rumah. Sebagai balasannya, tuan rumah akan menjamu sang tamu.

Jangan Merusak atau Memecahkan Barang

Dalam tradisi Tionghoa, sangat tabu untuk merusak sesuatu di hari Imlek. Jika ini terjadi maka dipercaya bisa membawa nasib buruk. Contohnya seperti memecahkan gelas, piring, atau merusak barang-barang lainnya. Apalagi jika kamu memang bawaannya ceroboh. Jadi, hati-hati jangan sampai kamu menyenggol pecah belah saat bertamu ke rumah orang ya, Cantik.

 

IR / Foto: freepik