Belum lama ini, tepatnya tanggal 29 Januari 2019, tim Hasna melakukan kunjungan ke kantor Facebook untuk mengikuti workshop dan seluk beluk Instagram. Kamu pasti sudah familiar banget sama media sosial Instagram yang sering kamu pakai untuk posting foto-foto selfie-mu kan, Cantik. Hasna sampai di kantor Facebook Indonesia, sekitar pukul 10.30 siang. Kedatangan Hasna disambut ramah oleh tim Facebook dan Instagram Indonesia, dan Hasna pun langsung diminta masuk ke ruangan untuk mengikuti sesi workshop yang dipresentasikan oleh Putri Silalahi, selaku Instagram Communication Manager, Asia Pasific.

Di workshop yang Hasna ikuti, banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru yang Hasna dapatkan. Ternyata, ‘main’ Instagram itu ada strateginya, nggak bisa asal menggunakan. Kalau kamu mau akun Instagrammu banyak punya follower dan hits, salah satu strateginya adalah membangun engagement. Bagaimana caranya?

“Banyakin Likes dan balas komen. Semakin banyak kamu berinteraksi dua arah, engagement akan semakin banyak,” kata Putri. Nggak hanya itu, sebenarnya banyak sekali strategi dan langkah yang bisa dilakukan untuk membangun akun Instagram.

Nih, Hasna bagi ilmunya langsung dari tim Instagram:

  • Pakai bahasa ”first person” (personalize) saat membuat video untuk Stories, Feed ataupun Live.
  • Ubah angle subjek atau peristiwa dari yang umum menjadi yang tidak umum. Intinya, create angle yang belum pernah dilihat orang atau yang nggak banyak di-publish sebelumnya. Seperti preparation sebuah event atau proses behind the scenes.
  • Saat membuat video untuk Instagram nggak perlu di set-up, lebih real dan natural semakin disukai orang.
  • Semakin banyak kamu posting foto atau video, maka likes dan follower kamu juga otomatis bertambah.
  • Untuk strategi promosi, sangat efektif kalau kamu menggunakan fitur Stories, Live, dan Feed.
  • The power of hashtag jangan dilupakan. Setiap kali kamu posting apapun, hastag sangat perlu sebagai ‘kata kunci’ untuk dipakai ketika orang lain mencari akun sesuai dengan hastag yang kamu pasang. Jangan gunakan hashtag terlalu luas dan umum ya.
  • Pemberian caption tetap perlu namun sebaiknya fokus pada visual atau images. “Karena yang dilihat para ‘pemain’ Instagram pertama kali adalah visual, si pemilik akun baru tulisan caption-nya. Tapi nggak menutup kemungkinan caption yang heartwarming, akan menarik Likes dan Followers,” begitu Putri menambahkan.   

Kurang lebih 2 jam tim Hasna mendapat banyak ilmu dan pencerahan tentang bagaimana ber-strategi dan membangun akun Instagram seefektif mungkin.

“Tapi balik lagi, memainkan media sosial sebenarnya tidak memiliki aturan tertentu, setiap pemilik akun berhak melakukan apapun terhadap media sosialnya. Yang terpenting adalah, jangan men-judge postingan orang lain apalagi sampai mem-bully, karena postingan yang menurut kita mengganggu, mungkin justru disukai orang lain, khususnya untuk anak-anak millennial dan Gen Z saat ini. Itulah media sosial,” ucap Putri.

Banyak sekali pengetahuan baru yang Hasna dapatkan, nggak nyesel deh pokoknya. Setelah workshop selesai, tim Hasna menyempatkan diri untuk foto bersama dan mendokumentasikan beberapa spot keren di kantor Facebook Indonesia. Gak lupa, Hasna juga ikutan corat-coret di dindingnya. Eh, kalau kamu ke sana kapan-kapan, temukan coretan #BaikdanCantik Hasna ya.

Terimakasih Facebook dan Instagram Indonesia sudah mengundang tim Hasna. Semoga terus menjadi platform yang ‘cerdas’, inovatif dan inspiratif. Salam sukses!

PS: Jangan lupa follow Instagram Hasna di @hasnaidofficial!

IR / Foto: dok. Hasna.ID