Pakde, saya ini fresh graduate di sebuah perusahaan besar, saya bersyukur banget bisa keterima di kantor sebesar ini, tapi saya nggak kuat sama senioritasnya, mau resign sayang karena masuknya susah. Help me Pakde!!
Melia, 24 tahun, karyawan swasta

Melia, kadang ada masa-masa “nggak enak” itu dalam hidup kita. Tapi ada bagian serunya juga Mel. Situasi nggak enak biasanya bisa buat kita naik kelasnya lebih cepat.

Supaya para senior itu nggak semakin menjadi, Melianya harus naik kelas lebih cepat, tunjukin kekerenanmu, jangan bikin lubang yang bisa jadi bahan “bully” mereka. Abaikan sikap mereka, fokus pada perkembangan dirimu. Yo wes Mel, anggep aja lagi latihan mental yo, biar lebih tangguh juga. Semangat Mel.

Saya ibu rumah tangga yang punya bisnis yang sedang berkembang di Surabaya, nah suami saya mau dipindah kerja ke luar Jawa Pakde, saya jadi galau nih mau long distance marriage aja karena bisnis saya sedang berkembang atau ikut suami tapi mulai lagi bisnis dari awal? Suami sih mendukung aja apapun pilihan saya.. apa saja hal yang harus saya pertimbangkan ya pakde sebelum ambil keputusan terbaik?
Rani, 25 tahun, ibu rumah tangga. 

Hi Rani, saran pakde, ngobrol sengobrol-ngobrolnya sama dua orang. Pertama, suami. Kedua, diri sendiri. Tujuan ngobrolnya sederhana, mensinkronkan “what matters most” atau apa yang paling dipentingkan buat kalian di tahapan hidup yang sekarang. Bila keputusan diambil secara sadar dan dipahami bersama berdasarkan apa yang penting itu, masalah bagaimana melakukannya akan terjadi dengan sendirinya. Selamat ngobrol yang tuntas yo Ran.

KAMU GALAU, ADA PERMASALAHAN HIDUP ATAU PENGEN CURHAT?
EMAIL: [email protected]