Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004 dan Whulandary Herman, Puteri Indonesia 2013 mendirikan ArtikaWhulandary Beauty Camp agar perempuan-perempuan Indonesia menjadi lebih menginspirasi.

Di suatu sore yang cerah, Hasna mengobrol dengan Artika dan Whulandary dengan tema #BaikdanCantik. Hasna senang, melihat kedua perempuan cantik pemenang Puteri Indonesia ini memiliki banyak impian dan tanpa lelah memperdayakan perempuan-perempuan muda Indonesia. Kamu harus simak pesan-pesan mereka ya, Cantik.

Apa kabar?

Whulandary:

Baik, Hasna. Kabar terbaru dariku, statusku kini jadi istri dan aku berhasil meraih gelar sarjanaku. Juga kini aku berkarier di Malaysia, thank God di Malaysia fashion industry support. Lalu, ArtikaWhulandary Beauty Camp kami pun berjalan dengan lancer.

Artika:

Iya. Corporate Social Responsibility kami, ArtikaWhulandary Beauty Camp, Alhamdulillah sudah mau masuk angkatan ke-6. Senang mereka semua berhasil, mereka memberi inspirasi ke teman-teman mereka di daerah. Kami juga memberi beasiswa ke beberapa anak-anak di Papua yang menjadi role models. Kami bukan cari yang sekadar cantik, atau mampu di modelling tetapi juga menginspirasi di bidang lain.

 

Wah, selamat ya. Ikut senang. Oya, adakah kriteria khususkah untuk ikut Artika-Whulandary Beauty Camp (AWBC)?

Artika:

Awalnya, kami memang menarik orang-orang yang minat ikut kontes kecantikan. Yaitu harus tinggi, harus 170 sentimeter ke atas karena persyaratannya memang begitu. Tapi di balik itu semua, kami menginginkan tidak adanya standar lah, jangan dipatok tinggi badannya harus berapa. Karena perempuan Indonesia itu ada ukuran kecantikan standarnya tersendiri; mau tinggi, mau pendek, mau bentuk apa. Justru kontes kecantikan lah yang harus mengangkat diversity of beauty-nya, keanekaragaman kecantikan perempuan. Jadi setelah beberapa batch, kami mulai membuka diri untuk menerima perempuan-perempuan muda yang mungkin secara look tidak proporsional sebagai model, tetapi ia memiliki kecantikan yang unik. Kemudian ia bisa menginspirasi dengan kegiatannya, misalnya. Dia punya passion mengajar di tempat terpencil, atlet misalnya, atau wiraswasta muda, ballerina yang ibu rumah tangga, dokter. Kami juga selalu meng-encourage mereka yang belum tahu passion-nya di mana dan kami arahkan. Malah kami arahkan jadi volunteer, mereka ada yang berani bikin komunitas.

Harapan kalian untuk Artika-Whulandary Beauty Camp ini?

Whulandary:

Aku pengen melihat lebih banyak lagi perempuan-perempuan yang bisa menginspirasi dan menyebarkan pesan-pesan positif. Apalagi dengan kencangnya sosial media, internet itu seharusnya bisa digunakan untuk menyebarkan sesuatu yang edukatif informatif, memperdayakan perempuan-perempuan muda Indonesia. Dan of course, karena kami lahir dari beauty pageant, kami mengimpikan gelar Miss Universe bisa jatuh ke perempuan Indonesia.

Artika:

…Kami juga ingin meng-encourage perempuan Indonesia bukan hanya sekadar cantic, tapi juga punya hati yang peka terhadap sekelilingnya, itu yang paling penting sih. Jadi mau setinggi-tingginya ilmu, secantik-cantiknya dia akan termakan oleh usia. Tapi perempuan-perempuan sekarang harus kami tanamkan agar bisa berdamai dengan diri sendiri juga. Tidak yang pe-de-nya atau kepuasan dirinya lahir tergantung dari berapa followers yang dimilikinya di sosial media atau berapa likes di postingan sosial medianya. Pertama-tama mereka harus berbesar hati dan mencintai dirinya sendiri, self love yang pasti ingin kami angkat dan tema kami selanjutnya. Banyak yang datang ke kami dengan masalah ketidakpercayaan diri, misalnya mengalami bullying dari SD. Namun dengan ikut AWBC mereka butuh keberanian yang besar. Itu justru yang bisa membantu hidupnya lebih ringan, punya semangat, punya harapan.

Apa sih kelebihan dan kekurangan perempuan Indonesia?

Whulandary:

Kelebihannya banyak, tapi di situasi sekarang saya mau bicara kekurangan beberapa perempuan Indonesia. Yaitu, judging other people, menghakimi. Misal, nge-judge people by social media, caption, everything di sosial media. Padahal kan misalnya yang di-post di sosial media kan bukan diri kita sebenarnya tetapi related dengan pekerjaan kita. Mirisnya mereka men-judge, mengomentari. Kita boleh komen postingan orang, tetapi harus tahu caranya.

Artika:

Bukan waktunya lagi perempuan saling menghakimi dan menjatuhkan atau membicarakan di belakang, tapi justru menggandeng tangan satu sama lain.

Setuju! Lalu menurut kalian, #BaikdanCantik itu apa?

Whulandary:

Hahaha, coba Kak Artika, kalau aku kan galak…

 

Artika:

Kalau dikaitkan perempuan, perempuan itu secara estetika cantik semenjak lahir. Itu sifat yang melekat di perempuan. Tapi arti cantik, saya melihatnya harus sehat secara jasmani dan batinnya harus tenang, harus bahagia. Karena perempuan sekarang, misalnya seperti saya yang sudah berumah tangga, dituntut harus bisa bikin anaknya bahagia, suaminya bahagia, tetapi kadang perempuan tidak sadar kebahagiaan itu berawal dari diri sendiri. Dan kami mendukung para perempuan agar tidak mematikan impian-impian mereka walau mereka sudah berumah tangga.

Untuk Whulandary, kenapa tadi bilang kamu itu galak?

Whulandary:

Maksud aku galak, galak yang artinya dikaitkan dengan firm, tegas.

Hihihi, bagus dong tegas. Ngomong-ngomong, kalian kan masing-masing sudah punya suami, Si Tampan. Adakah tips untuk mengurus Si Tampan?

Whulandary:

Penting! Jangan terlalu kelihatan kalau kita cinta. Kadang kalau kita mencintai seseorang kita lupa untuk mencintai diri kita sendiri. Kita harus mencintai diri kita sendiri dulu sebelum mencintai orang lain. Mama aku juga selalu mengingatkan agar aku, jangan lupa mencintai diri aku sendiri, jangan lupa untuk bahagia. Kadang perempuan ketika membahagiakan pasangan, suka lupa membahagiakan diri sendiri kan.

Benar banget tuh, judulnya dia harus bahagia dulu ya? Sampai lupa diri sendiri, hehe. Nah, kalau grooming Si Tampan?

Artika:

Aku lebih suka suamiku (Baim) untuk nyaman dulu, karena kalau dia nyaman, pasti dia percaya diri. Kalau aku bikin buat dia secakep apapun, tapi kalau dia akhirnya tanya-tanya: “Kok aku aneh, kok aku metroseksual ya,”…itu justru bukan diri dia sendiri. Dia kan anak band kan, paling upgrade dikit deh, jeans-nya gak gini-gini amat. Stylingnya lah, dia suka jeans oke gak pa-pa, tapi stylingnya dikasih pilihan. “Kamu lebih cakep deh kalau gini…Menurut kamu gimana?” Pasti dia jawab, “Iya juga sih..”

Saran untuk teman-teman millennials yang baru punya pasangan atau segera menuju ke pelaminan atau serius, kalau saya boleh memberi saran, sebaiknya membiarkan di masa pacaran itu Si Tampan ini menjadi diri sendiri, karakternya biar lebih keluar. Karena kalau dari awal kamu harus membuatnya begini begitu, yang ada dia akan berusaha menyenangkan kamu, menjadi seperti yang kamu mau. Tapi begitu menikah, semua itu bisa saja berubah.

Lagi-lagi setuju! Sekarang pindah ke SI Cantik. Kesalahan perempuan millennials dalam berdandan itu apa?

Artika:

O…ada! Perempuan millennials sekarang justru ingin terlihat tua. Beda dengan saya yang berusia 30an justru ingin terlihat muda dengan meminimalisasi makeup, lebih light dan less aksesori. Tapi perempuan muda sekarang lebih dramatis, lebih berat makeup.

Jadi saran saya, dandalah yang effortless. Maaf ya, karena jika dandan seperti ‘tante-tante’ pasti kelihatan lebih matang dari usianya.

Whulandary:

..Hihihi. Iya. Sudahlah, tua itu pasti lah nanti. Gak perlu ditua-tuain.

Terkahir nih, punya 1 kata favorit gak?

Whulandary:

Percaya diri.

Artika:

Silent.
Karena zaman sekarang itu orang sibuk, pengen ngomong. Ada waktunya kita harus diam, moment of silent.

FB / Foto: Surai-Hasna.id / Stylist: Adi Surantha / Makeup: Levina Bastian & team (Mita Olivia dan Vivi Emilia) / Wardrobe: Ree / Lokasi: Casa Ree